14 Desemder ulang tahunku

Pagi ini, mentari terbit bukan sekadar janji biasa, melainkan tirai emas yang dibuka untuk panggung baru. Udara dingin yang menyentuh jendela terasa seperti bisikan alam: "Kamu telah menggenapi satu putaran lagi." Ini adalah hari di mana angka usiaku bertambah, namun jiwaku terasa seperti secarik kertas kosong yang siap menerima aksara takdir yang baru. Aku berdiri di ambang tahun yang tak terjamah, membawa serta semua senyum dan luka yang telah menempaku. Sebuah perayaan sunyi, di mana hati berbisik, "Aku ada, dan aku bernapas."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan di masa lalu

freindzone

2 langkah menuju move on