Aku membiarkan ingatan berlayar, mengarungi lautan waktu yang telah kulewati. Setiap tawa adalah gelombang riang, setiap air mata adalah garam abadi yang membuatku tahu rasa. Hari ini, aku berdamai dengan bayangan masa lalu; dengan kesalahan yang dulu terasa seperti belenggu, kini kupandang sebagai pemandu bijaksana. Aku bukan lagi aku yang kemarin, namun aku adalah akumulasi indah dari semua hari yang telah usai. Kaca spion kehidupan menunjukkan jalan yang kupijak, memberiku keberanian untuk menatap lurus ke cakrawala yang berkilauan.
Diary: Garis Tipis Antara Teman dan Rasa Tanggal: Selasa, 9 Desember Pukul: 19.21 Akhir-akhir ini, ada sesuatu yang terasa aneh dan sedikit awkward dalam persahabatanku dengan dia. Kami sudah berteman dekat sejak lama, hampir tahu segalanya tentang satu sama lain. Hubungan kami selalu nyaman, tanpa perlu jaga image. Tapi belakangan, ada beberapa hal kecil yang mulai terasa berbeda. Aku melihatnya... terkadang dia menatapku lebih lama dari biasanya. Bukan tatapan biasa, tapi seperti ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, tapi tertahan di ujung lidahnya. Lalu, ada perubahan sikapnya yang tiba-tiba care berlebihan, seperti memastikan aku sudah makan atau menanyakan kabarku berkali-kali dalam sehari, bahkan hal itu tidak ia lakukan pada teman-teman kami yang lain. Puncaknya hari ini, saat kami jalan berdua. Aku bercerita tentang cowok/cewek yang baru kukenal, dan dia langsung terlihat diam dan sedikit canggung. Dia mencoba menyembunyikannya dengan pura-pura melihat ponsel, tapi aku men...
hari ini dpt hari biasanya, aku berangkat ke sekolah dengan. hati yang sangat ceria. tapi semua itu berakhir disaat aku kembali menatap matanya. ternyata rasa suka yang sudah ku tanam dalam dalam ternyata muncul lagi. hatiku lemah kalau sudah berpapasan dengan nya, seolah olah dia punya kekuatan magis yang mampu menyihir perasaanku. maaf, aku akan terus meminta maaf pada diriku sendiri. karena aku tidak bisa berhenti untuk suka padamu.
Komentar
Posting Komentar