alunan Daniel Caesar dan keraguan di kepala
Hari ini terasa seperti mendengarkan album Freudian secara penuh—manis, sentimental, tapi dipenuhi pergumulan batin yang pelan-pelan menyakitkan.
Aku sedang memikirkan dia lagi.
Sebenarnya, aku selalu memikirkannya, tapi hari ini lagu "Who Knows" yang diputar di headset-ku benar-benar menusuk. Liriknya, "Lately, I've been thinking that perhaps I am a coward. Hiding in a disguise of an ever-giving flower," terasa seperti refleksi diriku sendiri. Aku selalu berusaha menjadi versi terbaik, yang paling menyenangkan, yang paling "memberi," seolah-olah itu adalah tameng agar dia tetap tinggal.
Tapi di dalamnya, ada ketidakpastian yang besar.
Apakah aku cukup baik? Apakah aku akan menghabiskan waktunya? Daniel Caesar menyanyikan, "You might be too good for me, unattainable." Ya, itu dia. Perasaan bahwa dia terlalu murni, terlalu baik, dan aku... mungkin hanya akan menyia-nyiakannya. Kita bicara tentang masa depan, tentang kemungkinan, tapi keraguan itu selalu menyela. “Maybe we get married one day, but who knows?” Jujur, keraguan itu lebih menakutkan daripada kenyataan pahit.
Aku beralih ke "Best Part" dan tiba-tiba ada sedikit cahaya. Suara Daniel dan H.E.R. seperti selimut hangat. Liriknya tentang hal-hal kecil yang membuat dunia berputar—senyumnya, mata cokelatnya, kehadirannya yang terasa seperti "kopi yang kubutuhkan di pagi hari." Itu adalah pengingat bahwa terlepas dari keraguan masa depan, momen ini, perasaan tulus ini, adalah hal yang nyata dan indah. Aku bersyukur dia ada di sini, di sisiku, menjadi bagian terbaik dalam hidupku.
Musik Daniel Caesar selalu berhasil membuatku merasa sakit dan sembuh dalam waktu bersamaan. Malam ini, aku akan membiarkan lagu-lagu ini terus berputar, berharap saat "Transform" diputar, aku bisa benar-benar tumbuh dan menerima bahwa dalam cinta, perubahan dan ketidakpastian adalah bagian dari perjalanan.
Komentar
Posting Komentar