bestie part 2
Baru saja selesai teleponan dengan Dia. Kami bicara sampai jam 1 pagi. Tadi aku bercerita tentang cowok di kelasku yang genit—aku sengaja melebih-lebihkannya, hanya untuk melihat reaksinya. Aku bisa merasakan ada sedikit nada aneh saat dia berusaha memberikan saran terbaik. Nada yang terdengar sedikit... cemburu? Mungkin hanya perasaanku.
Dia itu sempurna. Dia selalu tahu bagaimana membuatku merasa lebih baik tanpa perlu aku jelaskan. Dia punya senyum yang bisa menerangi hari terburukku. Aku benar-benar berharap Dia bisa bertemu seseorang yang baik, seseorang yang pantas mendapatkannya. Tapi, aku takut. Aku takut orang itu bukan aku, dan aku tidak punya keberanian untuk membuat hal ini rumit. Jadi, aku akan terus berperan sebagai sahabat yang suportif.
Komentar
Posting Komentar