bestie
Ya ampun, hari ini Aku dan Dia menghabiskan waktu di kafe lama kita lagi. Kami hanya bicara, tertawa, dan Dia... dia hanya Dia. Santai, lucu, dan entah kenapa, setiap kali matanya menatapku saat dia menjelaskan teori filmnya yang rumit, jantungku terasa seperti sedang ikut roller coaster. Aneh, ya? Kami sudah berteman sejak kecil, tapi belakangan ini, perasaanku terhadapnya mulai terasa lebih.
Kami membahas pacar khayalan dan tipe ideal. Dia bilang dia suka cewek yang cerdas dan agak nerd, yang bisa diajak debat serius tapi juga konyol. Aku? Ya, itu persis aku. Tapi dia mengatakannya sambil menunjuk cewek di meja sebelah. Oke, Aku. Tarik napas. Dia hanya sahabat. Jangan merusak persahabatan indah ini hanya karena debaran bodoh di dadaku.
Komentar
Posting Komentar