janji pulang di tengah rintik hujan

Tiba-tiba, hujan turun, deras dan tanpa ampun. Suara rintiknya di atap mobil adalah orkestra alam yang menenangkan. Bandung yang basah terasa lebih jujur, lebih dingin, dan lebih rentan. Lampu jalanan memantul di genangan air, menciptakan lukisan abstrak neon di permukaan jalan. Meskipun esok aku harus pergi atau kembali ke rutinitas, hati ini tahu ia akan selalu merindukan janji pulang ke pelukan kota ini. Bandung, engkau bukan sekadar tempat, melainkan ingatan yang menghangatkan, abadi di sudut sanubariku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan di masa lalu

freindzone

2 langkah menuju move on