jejak kaki di jalan asia afrika

Di bawah rembulan yang mulai meninggi, aku menapaki trotoar tua Asia Afrika. Setiap ubin adalah saksi bisu peradaban, tempat para negarawan pernah beradu gagasan. Gedung-gedung kolonial menjulang, monumen waktu yang menolak lapuk, menceritakan kisah tentang Paris van Java yang elegan. Suara sepatu pantofel beradu dengan hiruk pikuk modern. Di sini, sejarah berbisik melalui arsitektur yang megah, mengingatkanku bahwa aku sedang berjalan di atas lembar-lembar buku harian dunia yang tak lekang dimakan usia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan di masa lalu

freindzone

2 langkah menuju move on