memori
lebih tepatnya, saat jam istirahat yang diperpanjang. Tujuan utama kami selalu sama: kedai Mie Ayam di seberang sekolah, dengan bangku plastik merah dan meja aluminium yang selalu lengket.
Mie ayam di sana terasa paling enak, mungkin karena dimakan bersama tawa riang, kekhawatiran PR matematika yang terlupakan, dan mimpi-mimpi remaja yang masih mentah. Dulu, semangkuk mie ayam adalah hidangan perayaan. Itu adalah hadiah setelah ujian selesai, atau hiburan setelah patah hati pertama. Rasa manis dari potongan ayamnya kini mengingatkanku pada manisnya pertemanan yang tulus. Aku merindukan waktu itu, waktu di mana masalah terbesar hanyalah memilih antara pangsit rebus atau pangsit goreng.
Komentar
Posting Komentar