menangis, tapi untuk siapa?

Tak terasa setengah tahun sudah aku lalui dengan banyak perasaan yang bermacam-macam. Di halaman ini, aku akan berkeluh kesah, Seharusnya aku tidak boleh membahas hal ini lagi. Tapi hatiku berkata "Mengapa tidak?" Berawal dari niatku untuk melupakannya.
Aku mulai menjalani kehidupanku lagi dengan biasa. Tapi entah mengapa hatiku seakan-akan enggan untuk melupakannya? Disitulah aku berpikir hal yang sangat bodoh. Dan bodohnya lagi, hal itu malah dilakukan olehku. Yaitu mendapat cerita dari pria selain "sosoknya", entah dorongan apa yang membuatku berperilaku seperti itu.
Tapi alasan yang jelasnya itu, untuk melupakan. Tapi rasanya sulit sekali, rumit sekali.
Hingga saat ini, semua perasaanku ke "orang baru" ini semakin pudar seiring berjalannya waktu. Dan itu disebabkan oleh kenangan bodoh yang terus terputar dalam benakku.

Bandung 30 Juni 2025
Tertanda Dina Desianty

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan di masa lalu

freindzone

2 langkah menuju move on