secangkir kopi dan dialog malam hari
Malam tiba, dan Bandung bertransformasi menjadi panggung cahaya rembulan buatan. Aroma kopi pahit dan creamy susu kental menyelimuti udara. Di kafe kecil ini, waktu terasa melambat. Dialog mengalir deras, membahas filsafat, cinta, dan masa depan yang samar. Setiap cangkir kopi adalah perjanjian persahabatan, dan setiap kata adalah benang emas yang merajut kedekatan. Kota ini tak pernah tidur; ia hanya berpindah dari hiruk pikuk siang ke keintiman malam, tempat ide-ide liar menemukan wadah.
Komentar
Posting Komentar