Semua Aku Dirayakan (Nadin Amizah)

Ini adalah keajaiban yang tak pernah kukira ada. Setelah sekian lama menyembunyikan sisi-sisi gelapku, menutupi sudut-sudut yang retak, kau datang bukan untuk menambal, melainkan untuk menerangi. Kau memandang sisa-sisa badai dalam diriku dan menyebutnya indah. Kau memeluk segala kekacauan, menjadikannya melodi. Kau adalah satu-satunya yang tidak mencoba mengubahku menjadi sesosok yang lebih "layak" atau lebih "mudah" dicintai. Di matamu, kegelisahanku adalah tarian, dan keheninganku adalah puisi. Hari ini, aku akhirnya tahu bagaimana rasanya dicintai tanpa syarat, bagaimana rasanya melihat semua aku dirayakan. Ia bukan lagi penerimaan; ia adalah sebuah pesta, dan aku adalah bintang utamanya, dengan segala cacat dan mahkotanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan di masa lalu

freindzone

2 langkah menuju move on