Sorai (Nadin Amizah)
Hening malam ini adalah tirai beludru yang menyembunyikan kebenaran. Aku duduk di tepi jendela, membiarkan angin membawa bisikan orang-orang yang dulu berjanji akan menetap. Betapa bisingnya dulu janji-janji itu. Kini, yang tersisa hanya gema yang pelan. Aku menyadari, bahwa yang kusebut "cinta" adalah sepasang sayap rapuh yang ia titipkan padaku, lalu ia paksa aku untuk terbang sendiri. Rasanya seperti sebuah perayaan yang tiba-tiba ditinggalkan semua tamunya. Namun, biarlah. Aku tidak akan menangis. Biarlah lara ini menjadi sorai; sebuah lagu kemenangan untuk diriku sendiri, yang berhasil bertahan meski panggungnya telah runtuh. Aku akan menari di atas puing-puing, sendirian, merayakan kemerdekaanku dari genggaman yang dulu kukira hangat.
Komentar
Posting Komentar