Taruh (Nadin Amizah)
Langit malam ini menyimpan rahasia kita dalam dekapannya. Ada hal-hal yang tidak perlu diucapkan, cukup dirasakan dalam hembusan napas yang menyatu. Aku melihatmu, dan di matamu aku menemukan cermin yang memantulkan harapan yang sempat kukira mati. Kita adalah dua kapal yang berlayar di samudra yang berbeda, namun entah bagaimana, ombak membawa kita bertemu di pelabuhan yang sama. Aku tahu, masa depan adalah kabut, dan hati adalah barang pecah belah. Tapi, malam ini, di bawah saksi bintang-bintang yang abai, aku memutuskan untuk taruh semua keyakinanku pada getaran pelan di dadaku ini. Aku taruh ketakutan dan keberanianku di tanganmu. Mari kita lihat, apakah kita akan membangun istana atau hanya ilusi yang sebentar lagi sirna.
Komentar
Posting Komentar