tirai kabut di bagi hari

Fajar menyingsing di atas cekungan lembah ini, dan Bandung menyambutku dengan tirai kabut yang memeluk bukit-bukit. Udara dinginnya adalah cinta pertama yang menusuk, membawa aroma pinus dan janji kopi pagi. Kota ini masih terlelap dalam selimut keheningan, sebelum deru klakson merobek mimpi. Aku berdiri di ketinggian, memandang atap-atap yang basah, setiap genteng adalah sebuah not dalam melodi panjang sejarah Priangan. Bandung, engkau adalah puisi yang ditulis oleh embun, selalu baru namun menyimpan memori purba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

catatan di masa lalu

freindzone

2 langkah menuju move on